Perbandingan · Terbit

Ongkir digabung ke tagihan atau ditagih terpisah: satu status Dibayar melawan dua tagihan yang harus dicocokkan

Jawaban singkatnya: gabungkan ongkir ke dalam satu tagihan kapan pun ongkirnya bisa diketahui sebelum pembeli membayar. Satu tagihan berarti satu status Dibayar yang menjadi tanda kirim, biaya transaksi yang biasanya lebih kecil, dan tidak ada tagihan kedua yang bisa diabaikan pembeli. Pengecualiannya ada di garis Rp 1.000.000, yang dibahas di bawah. Menagih ongkir terpisah hanya masuk akal kalau ongkirnya benar-benar baru pasti setelah barang dikemas dan ditimbang, dan bahkan saat itu urutannya penting: barang tidak dikirim sebelum kedua tagihan berstatus Dibayar.

Empat susunan yang dipakai penjual

  1. Tunggu ongkir, lalu satu tagihan. Pembeli mengirim alamat, penjual mengecek ongkir ke alamat itu, lalu membuat satu permintaan pembayaran berisi harga barang ditambah ongkir. Paling rapi, dengan satu kelemahan: pembeli menunggu beberapa menit sampai beberapa jam, dan sebagian berubah pikiran di sela itu.
  2. Barang dulu, ongkir belakangan. Pembeli langsung membayar harga barang, lalu ditagih ongkir setelah paket ditimbang. Cepat di awal, tetapi menyisakan tagihan kedua yang nilainya kecil dan mudah diabaikan, sementara barangnya sudah dipisahkan untuk pembeli itu.
  3. Ongkir rata per wilayah. Penjual menetapkan ongkir tetap, misalnya Rp 15.000 untuk satu pulau dan Rp 35.000 untuk luar pulau, dan langsung memasukkannya ke satu tagihan. Cepat dan satu tagihan, dengan harga berupa selisih: kadang penjual menombok, kadang pembeli membayar lebih.
  4. Ongkir dibayar penerima ke ekspedisi. Tagihan hanya berisi harga barang, dan ongkir dibayar pembeli saat paket tiba, kalau ekspedisi yang dipakai menyediakan layanan itu. Tidak ada uang ongkir yang lewat tangan penjual, tetapi paket yang ditolak di tujuan kembali dengan ongkir balik yang biasanya ditanggung pengirim.

Biaya transaksi per susunan, dengan angka ilustrasi

Di Kasera Pay, QRIS dikenai 0,7% (dibulatkan ke atas) ditambah Rp 250 per pembayaran berhasil, dan Virtual Account Rp 5.000. Untuk pembayaran di atas Rp 1.000.000, keduanya 1% atas seluruh nominal. Bagian persen QRIS hampir sama besar entah ongkir digabung atau tidak, jadi tagihan terpisah lewat QRIS pada dasarnya membayar Rp 250 sekali lagi. Lewat Virtual Account, tagihan kedua membayar Rp 5.000 penuh sekali lagi.

PesananSatu tagihanDua tagihan
Barang Rp 85.000 + ongkir Rp 18.000QRIS Rp 971QRIS Rp 845 + Rp 376 = Rp 1.221
Barang Rp 240.000 + ongkir Rp 32.000QRIS Rp 2.154QRIS Rp 1.930 + Rp 474 = Rp 2.404
Barang Rp 780.000 + ongkir Rp 45.000Virtual Account Rp 5.000Virtual Account Rp 5.000 + QRIS Rp 565 = Rp 5.565
Barang Rp 1.350.000 + ongkir Rp 60.000QRIS atau Virtual Account Rp 14.100Rp 13.500 + QRIS Rp 670 = Rp 14.170

Selisihnya kecil per pesanan, Rp 70 sampai Rp 565 pada tabel di atas, dan baru terasa di volume: 300 pesanan sebulan dengan ongkir terpisah lewat QRIS membayar sekitar Rp 75.000 lebih banyak. Yang lebih menentukan adalah biaya relatif tagihan ongkir itu sendiri. Ongkir Rp 12.000 yang ditagih terpisah berbiaya Rp 334, hampir 3% dari ongkirnya. Kalkulator per nominal ada di halaman biaya.

Yang tidak muncul di tabel biaya

Kapan tiap susunan menang

KeadaanSusunan yang cocok
Barang satuan, berat diketahui, pembeli membalas cepatTunggu ongkir, satu tagihan
Barang laris yang bisa diambil pembeli lain kalau tidak dikunciOngkir rata, satu tagihan
Paket yang beratnya baru pasti setelah dikemas, seperti tanaman atau pesanan campuranTunggu ongkir; ongkir terpisah hanya kalau pembeli minta barang dikunci lebih dulu
Kiriman ke wilayah dengan ongkir yang sangat bervariasiTunggu ongkir, satu tagihan; jangan ongkir rata
Pembeli menolak membayar ongkir di mukaOngkir dibayar penerima, kalau ekspedisinya menyediakan

Ongkir rata bekerja baik selama tarifnya ditinjau ulang setiap beberapa bulan dan wilayahnya tidak terlalu lebar. Ongkir rata yang sama untuk Jawa dan Papua hanya memindahkan kerugian dari satu pembeli ke pembeli lain. Pilihan antara membayar di muka dan membayar saat paket tiba dibahas tersendiri di perbandingan COD dan pembayaran di muka.

Pesanan di atas Rp 1.000.000

Ongkir ikut menentukan apakah sebuah tagihan melewati garis Rp 1.000.000, karena garis itu membaca nominal yang dibayar pembeli. Tagihan di atas garis dikenai 1% atas seluruh nominal. Akibatnya, kalau harga barang sampai Rp 1.000.000 tetapi ongkir membuat totalnya melewati garis itu, satu tagihan justru lebih mahal: barang Rp 990.000 dengan ongkir Rp 30.000 berbiaya Rp 10.200 sebagai satu tagihan, dan Rp 7.640 sebagai dua tagihan QRIS (Rp 7.180 ditambah Rp 460). Selisih Rp 2.560 itu tetap perlu ditimbang terhadap risiko tagihan ongkir yang tidak dibayar. Tagihan di atas garis juga wajib membawa nama pembayar, nomor WhatsApp atau email, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman yang ditampilkan ke pembeli sebelum membayar. Untuk akun yang masih baru, dananya menunggu pembeli mengonfirmasi pesanan diterima, atau sehari setelah tanggal pengiriman lewat tanpa laporan. Tanggal pengiriman yang ditulis sebaiknya perkiraan paket tiba ditambah jeda, bukan tanggal paket diserahkan ke ekspedisi. Rinciannya ada di panduan menerima pembayaran di atas Rp 1.000.000.

Untuk toko yang memakai API

Toko dengan halaman checkout sendiri biasanya sudah menghitung ongkir sebelum tombol bayar ditekan, jadi satu tagihan adalah bawaannya. Yang sering terlewat adalah menampilkan ongkir sebagai baris tersendiri di halaman pembayaran. Field order_items pada permintaan pembayaran menerima sampai 50 baris {name, price, quantity}, termasuk baris ongkir, dan jumlah harga kali kuantitasnya harus sama persis dengan amount, kalau tidak permintaannya ditolak 422. Pesanan yang ongkirnya baru dihitung ulang setelah dibayar sebaiknya tidak mengubah tagihan lama: buat permintaan baru dengan external_id sendiri dan Idempotency-Key yang berbeda, lalu pasangkan keduanya di sistem toko.

Pertanyaan yang sering muncul

Ongkirnya Rp 9.000. Kenapa tagihan ongkir lewat Virtual Account ditolak?

Nominal minimum Virtual Account Rp 10.000 per pembayaran, sedangkan QRIS mulai Rp 1.000. Tagihan ongkir terpisah di bawah Rp 10.000 hanya bisa dibayar lewat QRIS. Kalau ongkirnya digabung ke harga barang, minimum itu tidak pernah jadi masalah.

Ongkir rata ternyata lebih mahal dari ongkir sebenarnya. Bisakah kelebihannya dikembalikan lewat Kasera Pay?

Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund atau dibatalkan lewat Kasera, jadi kelebihannya ditransfer dari rekening penjual sendiri, dan biaya transaksi atas kelebihan itu tidak ikut kembali. Banyak penjual memilih membulatkan ongkir rata ke bawah dan menanggung selisih kecilnya daripada mentransfer Rp 3.000 ke puluhan pembeli.

Akun belum terverifikasi. Apakah menagih ongkir terpisah ada akibatnya?

Ada. Sebelum verifikasi, akun mendapat jatah 10 permintaan pembayaran dan total Rp 1.000.000 seumur akun, dan setiap permintaan terhitung, dibayar atau tidak. Menagih barang dan ongkir terpisah menghabiskan dua dari sepuluh untuk satu pesanan, sehingga jatahnya cukup untuk lima pesanan, bukan sepuluh.

Apakah ongkir bisa tampil sebagai baris tersendiri walaupun tagihannya satu?

Bisa, untuk toko yang membuat tagihan lewat API. Field order_items menerima sampai 50 baris berisi nama, harga, dan jumlah, termasuk satu baris ongkir, dan semuanya tampil di halaman pembayaran. Jumlah harga kali kuantitas harus sama persis dengan amount, kalau tidak permintaannya ditolak 422.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store