Panduan · Terbit · Diperbarui

Menyiapkan pembayaran di WordPress tanpa WooCommerce, dan kapan mesin toko benar-benar diperlukan

Sebagian besar situs WordPress di Indonesia bukan toko. Isinya profil usaha, daftar layanan, portofolio, blog, atau halaman pendaftaran acara, dan yang dibutuhkan hanyalah satu tempat bagi orang untuk membayar. Untuk kebutuhan itu WooCommerce bukan jawaban yang kekecilan melainkan kebesaran: mesin toko lengkap dengan keranjang, ongkos kirim, dan stok dipasang demi satu tombol, lalu menjadi pekerjaan pemeliharaan yang tidak ada hubungannya dengan uang yang masuk.

Jalan yang lebih pendek berangkat dari satu kenyataan teknis: halaman pembayaran Kasera Pay adalah alamat web biasa, jadi apa pun yang bisa memuat tautan di WordPress sudah cukup. Tidak ada plugin yang perlu dipasang dan tidak ada berkas yang perlu disunting.

Langkah nol: memilih bentuk yang benar, karena ini yang paling sering salah

Ada dua bentuk, dan menukar keduanya adalah kesalahan yang paling mahal di situs statis.

Tautan pembayaranHalaman pembayaran
Alamatpay.kasera.id/p/…, baru setiap kali dibuatpay.kasera.id/pp/nama-usaha, tetap
DipakaiSatu pembayaran, oleh satu pembeliBerapa kali pun, oleh pembeli mana pun
NominalDikunci penjual saat tautannya dibuatDiisi atau dipilih pembeli, dalam aturan penjual
Masa berlaku60 menit sejak dibuat, lalu KedaluwarsaTidak kedaluwarsa selama halamannya aktif
Tempatnya di WordPressDikirim per orang lewat surel atau chatDitempel di halaman, menu, atau footer

Baris terakhir itu inti persoalannya. Sebuah tautan pembayaran yang ditempel ke blok Tombol lalu diterbitkan akan berfungsi selama kira-kira satu jam, sesudah itu setiap pengunjung menemukan permintaan pembayaran yang sudah kedaluwarsa. Gejalanya menipu karena penjual yang mengujinya sendiri sesaat setelah menerbitkan halaman akan melihat semuanya bekerja. Yang ditempel di situs selalu halaman pembayaran, bukan tautan per pesanan.

Menyiapkan halaman pembayaran sekali

Pengaturannya ada di Akun, bagian Halaman pembayaran, dan yang diputuskan di sana hanya dua hal: alamatnya dan cara nominalnya ditentukan. Alamatnya mengisi bagian akhir pay.kasera.id/pp/… dan hanya boleh berisi huruf kecil, angka, dan tanda hubung, sepanjang 3 sampai 40 karakter. Pilih nama usaha yang sama dengan yang dipakai di situs, karena alamat ini yang akan terbaca pengunjung di bilah alamat setelah tombolnya ditekan.

Nominalnya punya empat bentuk, dan pilihannya menentukan seperti apa halaman itu dipakai:

Yang diisi penjualYang dilihat pembayarCocok untuk situs yang
Hanya nominal minimumKolom nominal bebas, minimal sebesar ituMenerima donasi, tip, atau pelunasan yang jumlahnya berbeda-beda
Pilihan nominal, maksimum delapanHanya tombol-tombol itu, tanpa kolom isianMenjual paket layanan dengan harga yang sudah tetap
Pilihan nominal plus Izinkan nominal lainTombol sebagai pilihan cepat, plus kolom nominal lainMenerima iuran berjenjang yang kadang dibayar lebih
Nominal tetap di atas nolSatu nominal untuk dikonfirmasiMenjual satu barang atau satu kelas dengan harga tunggal

Batas per metode tetap berlaku di atas pengaturan ini: QRIS menerima mulai Rp 1.000 dan Virtual Account mulai Rp 10.000, dengan batas atas Rp 10.000.000 per pembayaran, jadi minimum Rp 1.000 pada halaman tidak membuat Virtual Account menerima di bawah minimumnya. Angka yang berlaku ada di halaman batas transaksi. Pembeli membayar dengan QRIS atau Virtual Account dari tujuh bank, mengikuti metode yang dinyalakan di pengaturan akun.

Tiga tempat menaruhnya di WordPress

Setelah alamatnya ada, sisanya pekerjaan WordPress biasa. Tiga tempat ini menutup hampir semua kebutuhan situs non-toko:

  1. Blok Tombol di halaman layanan. Sisipkan blok Tombol, isi tautannya dengan alamat halaman pembayaran, beri label yang menyebut perbuatannya dan bukan merek jalurnya, misalnya “Bayar sekarang” atau “Bayar iuran”. Nyalakan opsi buka di tab baru kalau halaman itu masih perlu dibaca setelah membayar. Cara ini juga berlaku sama persis di page builder mana pun, karena yang diisi tetap sebuah URL.
  2. Menu utama atau footer. Di Tampilan, bagian Menu, tambahkan Tautan Khusus dengan alamat yang sama. Satu entri “Bayar” di menu membuat pembayaran bisa dijangkau dari setiap halaman situs, yang penting bagi pengunjung yang mendarat di artikel blog dan bukan di halaman layanan.
  3. QR yang ditempel sebagai gambar. Dari layar pengaturan yang sama, QR halaman bisa diunduh sebagai PNG polos, PDF ukuran A6, atau lembar display meja A5. Unggah PNG-nya lewat blok Gambar di halaman kontak, dan pengunjung yang membaca dari komputer bisa memindainya dengan ponsel tanpa mengetik alamat apa pun. QR ini bukan QRIS statis: isinya alamat halaman pembayaran, jadi satu pembayaran baru dibuat untuk tiap pemindai, lengkap dengan barisnya sendiri di daftar transaksi.

Dua hal yang perlu diketahui sebelum diterbitkan

Pertama, halaman pembayaran dan QR cetaknya tidak ikut mode Sandbox. Pembayaran lewat halaman selalu live, jadi pengujiannya dilakukan dengan nominal kecil sungguhan, bukan dengan pembayaran percobaan. Nominal minimum QRIS sebesar Rp 1.000 membuat pengujian itu murah.

Kedua, hanya pemilik akun yang bisa mengubah pengaturan halaman. Anggota tim dengan peran lain tetap bisa melihat halamannya, dengan kontrolnya dalam keadaan nonaktif. Untuk situs yang dikelola oleh pihak ketiga, misalnya agensi web, ini berarti perubahan alamat atau nominal tetap kembali kepada pemilik usaha, bukan kepada yang memegang WordPress.

Garis yang menentukan kapan WooCommerce benar-benar diperlukan

Sebuah tautan memindahkan pembayar ke halaman pembayaran dan mencatat uangnya. Yang tidak dikerjakannya adalah menghubungkan pembayaran itu kembali ke sesuatu di dalam WordPress. Selama tidak ada yang perlu dihubungkan, tidak ada yang hilang. Yang menuntut mesin toko adalah keadaan berikut:

Kalau satu saja dari empat baris itu benar, pasang mesin tokonya dan sambungkan lewat plugin WooCommerce Kasera Pay, yang mengerjakan verifikasi dan penutupan pesanan otomatis itu. Langkah pemasangannya ada di dokumentasi plugin. Kalau keempatnya salah, dan untuk situs profil biasanya memang begitu, memasang WooCommerce hanya menambah pembaruan yang harus dijaga dan halaman keranjang yang tidak pernah dipakai.

Cara mengetahui pembayarannya masuk

Tanpa WooCommerce, tidak ada pesanan di dalam WordPress yang berubah statusnya, jadi pencatatannya berpindah ke sisi Kasera Pay. Tiap pembayaran berhasil muncul sebagai satu baris di daftar transaksi dengan nominal, waktu, metode, dan nama pembayar kalau kolom itu diminta di halaman. Status yang mungkin ada tiga: pending selama pembayar belum menyelesaikan, succeeded setelah dana terkonfirmasi, dan expired untuk permintaan yang lewat masa berlakunya. Pemberitahuan per pembayaran berhasil dan cara mengaturnya dibahas di dokumentasi menerima pembayaran tanpa coding.

Untuk situs yang menerima pembayaran dari orang berbeda sepanjang hari, meminta kolom nama dan catatan di halaman pembayaran adalah satu-satunya cara mencocokkan baris transaksi dengan siapa yang membayar, karena tidak ada nomor pesanan yang datang dari WordPress. Kebiasaan yang menyelamatkan pencocokan itu dibahas di panduan halaman pembayaran yang dipakai berulang.

Kalau ternyata situsnya tidak diperlukan sama sekali

Satu pemeriksaan terakhir yang jujur: sebagian usaha yang memasang WordPress sebenarnya hanya butuh tempat untuk dibayar, bukan situs. Halaman pembayaran berjalan sendiri tanpa situs apa pun, cukup dipasang di bio media sosial atau dicetak sebagai QR di meja. Tiga jalur untuk kasus itu ada di panduan menerima QRIS tanpa website, rinciannya di halaman fitur halaman pembayaran, dan tarif per metode di halaman biaya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah perlu memasang plugin untuk menerima pembayaran di WordPress tanpa WooCommerce?

Tidak. Tautan pembayaran dan halaman pembayaran keduanya berupa alamat web biasa, jadi keduanya berjalan lewat blok Tombol, menu, atau tautan teks di tema dan page builder apa pun tanpa satu plugin pun dipasang. Plugin WooCommerce Kasera Pay ada dan tetap disarankan untuk situs yang memang menjalankan toko, karena plugin itu mengerjakan hal yang tidak bisa dikerjakan sebuah tautan: menutup pesanan secara otomatis setelah pembayaran terverifikasi.

Apakah tautan pembayaran boleh ditempel di halaman WordPress yang diterbitkan?

Sebaiknya tidak, dan ini kesalahan yang paling sering terjadi. Tautan pembayaran berlaku untuk satu pembayaran dengan nominal terkunci dan masa berlaku default 60 menit, jadi tautan yang ditempel permanen di sebuah halaman akan kedaluwarsa dalam sejam dan pembeli berikutnya menemukan halaman yang tidak bisa dibayar. Untuk tombol yang menetap di situs, yang benar adalah halaman pembayaran permanen, yang tidak kedaluwarsa selama halamannya aktif dan bisa dipakai berapa kali pun oleh pembeli mana pun.

Apakah pembayaran bisa dibuat otomatis dari formulir pendaftaran di WordPress?

Tidak lewat tautan saja. Formulir bisa mengumpulkan data pendaftar, tetapi tidak ada sambungan bawaan yang menerbitkan tautan pembayaran begitu formulirnya terkirim. Ada dua jalan jujur: terbitkan tautan per pendaftar dengan tangan dari dashboard lalu kirimkan, yang masuk akal sampai puluhan pendaftar per acara, atau panggil API create dari kode sendiri, yang berarti situsnya sudah berhenti menjadi situs tanpa kode.

Berapa biayanya, dan apakah ada biaya bulanan?

Tidak ada biaya pendaftaran dan tidak ada biaya bulanan. Biaya hanya dipotong dari pembayaran yang berhasil: QRIS 0,7% + Rp250 per pembayaran, Virtual Account Rp5.000 tetap per pembayaran, dan pencairan ke rekening dikenakan Rp3.000 per pencairan. PPN tidak ditambahkan lagi di atas angka itu. Angka yang berlaku hari ini selalu tercantum di halaman biaya.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store