Perbandingan · Terbit · Diperbarui

Kasera Pay vs BukuWarung: aplikasi warung dengan pembukuan, PPOB, dan satu kode QRIS, melawan tagihan per transaksi, Virtual Account, dan API untuk menerima pembayaran

Jawaban singkatnya: BukuWarung adalah aplikasi untuk menjalankan warung, dan menerima pembayaran hanya salah satu fiturnya. Di aplikasi yang sama ada pembukuan, catatan utang-piutang, jualan pulsa dan token listrik, mesin EDC untuk agen pembayaran, dan pinjaman modal. Kasera Pay hanya mengerjakan satu hal: menerima pembayaran per tagihan, lewat QRIS atau Virtual Account, dari dashboard, tautan WhatsApp, halaman pembayaran, atau API. Pilih BukuWarung kalau yang dicari adalah satu aplikasi untuk seluruh urusan warung. Pilih Kasera Pay kalau setiap pembayaran harus tercatat terpisah dan cocok dengan pesanannya, terutama saat pembeli tidak berdiri di depan kasir. Seluruh keterangan tentang BukuWarung di halaman ini dibaca dari bukuwarung.com pada 21 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.

Apa yang sebenarnya ditawarkan BukuWarung

BukuWarung dijalankan PT Buku Usaha Digital dan dipakai terutama lewat aplikasi ponsel; versi web-nya ditandai masih dalam tahap pengembangan. Fiturnya, sesuai halaman fitur:

Kasera Pay tidak punya pembukuan, PPOB, EDC, atau pinjaman. Yang dibuat adalah permintaan pembayaran dengan nominal dan deskripsi; setelah dibayar, statusnya berubah menjadi Dibayar dan dananya bisa dicairkan.

Satu kode untuk semua, atau satu kode untuk satu tagihan

Menurut langkah di halaman QRIS-nya, kode QRIS BukuWarung diunduh dari aplikasi lalu dicetak atau dibagikan ke pelanggan lewat WhatsApp, dan pelanggan memindai kode yang sama setiap kali. Itu bentuk QRIS satu kode untuk semua pembayaran. Di meja kasir bentuk ini bekerja baik: kasir melihat pembeli memindai dan mendengar notifikasi masuk pada saat yang sama.

Kekurangannya muncul saat pembeli tidak di depan mata. Dua pesanan WhatsApp seharga Rp 85.000 yang dibayar pada jam yang sama tidak bisa dipisahkan dari catatan masuknya, dan pembayaran dari rekening suami tidak cocok dengan nama istri yang memesan. Di Kasera Pay, setiap tagihan menerbitkan QRIS atau nomor Virtual Account untuk satu pembayaran itu saja, dengan status sendiri seperti Menunggu, Dibayar, atau Kedaluwarsa. QR halaman pembayaran yang dicetak di meja juga bukan kode tetap; pindaiannya membuka halaman tempat pembeli mengisi nominal, lalu QRIS untuk satu pembayaran diterbitkan. Uraian lengkap perbedaan ini ada di perbandingan QRIS dari bank dan lewat agregator.

Biaya

BukuWarung tidak mencantumkan tarif QRIS untuk merchant-nya di halaman publik yang dibaca. Artikel blognya menjelaskan ketentuan MDR QRIS secara umum (0% untuk usaha mikro di bawah Rp 500.000, 0,3% di atasnya, 0,7% untuk usaha lain), tetapi belum memuat perubahan Bank Indonesia per 1 Oktober 2026 yang membebaskan MDR untuk semua kategori merchant sampai Rp 100.000. Syarat dan ketentuannya menyebut biaya administrasi untuk Tagih dan Bayar yang besarnya dapat berubah. Pendaftarannya gratis. Biaya pencairan juga tidak tercantum.

Kasera Pay mengenakan QRIS 0,7% + Rp 250 per pembayaran berhasil, Virtual Account Rp 5.000 flat, dan Rp 3.000 per pencairan, tanpa biaya bulanan, sama untuk semua ukuran usaha, seperti dirinci di halaman biaya. Tabel ini menaruh tarif Kasera Pay di samping ketentuan MDR yang berlaku sejak 1 Oktober 2026, karena hanya itu angka yang tersedia di sisi mereka:

Pembayaran (ilustrasi)Ketentuan MDR sejak 1 Oktober 2026, usaha mikroKetentuan MDR sejak 1 Oktober 2026, usaha lainKasera Pay
QRIS Rp 50.000Rp 0Rp 0Rp 600
QRIS Rp 150.000Rp 0Rp 1.050Rp 1.300
QRIS Rp 750.000Rp 2.250Rp 5.250Rp 5.500, atau Rp 5.000 lewat Virtual Account

Kalau BukuWarung memang mengikuti ketentuan itu untuk akun sebuah warung mikro, Kasera Pay kalah jelas di QRIS kecil: Rp 600 melawan nol untuk belanja Rp 50.000, dan sejak 1 Oktober 2026 hal yang sama berlaku untuk usaha di luar kategori mikro. Di atas Rp 100.000, selisihnya untuk usaha di luar kategori mikro Rp 250 per pembayaran. Kasera Pay baru lebih murah untuk tagihan sekitar Rp 714.300 sampai Rp 1.000.000 yang dibayar lewat Virtual Account Rp 5.000, dibanding 0,7%. Sampai 25 Oktober 2026, Virtual Account juga lebih murah daripada 0,3% untuk usaha mikro di atas sekitar Rp 1.666.700. Mulai 26 Oktober 2026, menurut Syarat Layanan, pembayaran di atas Rp 1.000.000 dikenakan 1% atas seluruh nominal untuk QRIS maupun Virtual Account, sehingga keunggulan itu hilang. Pastikan angka BukuWarung di aplikasinya sebelum menghitung.

Channel pembayaran

KebutuhanBukuWarungKasera Pay
QRIS di kasirSatu kode, diunduh lalu dicetak atau dibagikanQR halaman pembayaran, plus QRIS per tagihan
Tagihan lewat WhatsAppFitur Tagih, dibayar lewat bank, dompet digital, QRIS, atau outlet ritelTautan per tagihan, dibayar lewat QRIS atau Virtual Account
Virtual AccountHalaman yang dibaca menyebut “bank” tanpa daftar bankBRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, Maybank
Bayar di outlet ritelAda, lewat TagihTidak ada

BukuWarung menyebut lebih banyak jenis channel daripada Kasera Pay, termasuk outlet ritel. Daftar lengkap metode Kasera Pay ada di referensi metode pembayaran.

Pendaftaran dan rekening

Langkah pendaftaran QRIS BukuWarung: foto KTP dan selfie dengan KTP (kecuali akun Premium), data dan alamat usaha, verifikasi toko, lalu rekening penerima, dan pilihan QRIS baru muncul setelah pengajuan disetujui. Salah satu versi langkah di halaman yang sama meminta kode sales dari kunjungan tim BukuWarung yang beroperasi di Jabodetabek; versi lainnya tidak. Rekening penerimanya boleh milik pribadi, anggota keluarga, bisnis milik pribadi, atau bisnis milik bersama.

Kasera Pay memverifikasi perorangan dengan nomor WhatsApp, KTP, selfie, minimal satu tempat berjualan, dan rekening pencairan atas nama yang sama, seperti dirinci di dokumentasi verifikasi. Sebelum verifikasi selesai, akun sudah bisa membuat 10 permintaan pembayaran sungguhan dengan total Rp 1.000.000. Semuanya bisa dikerjakan dari peramban atau aplikasi ponsel, tanpa kode sales.

Untuk developer

Halaman BukuWarung yang dibaca untuk artikel ini tidak menyebut API atau webhook untuk menerima pembayaran dari website. Di Kasera Pay, tagihan dibuat dengan satu API key ke POST /v1/transactions, header Idempotency-Key mencegah tagihan ganda saat permintaan diulang, dan pembayaran yang masuk dikabarkan lewat event payment.paid bertanda tangan Kasera-Signature-V1. Status tagihannya pending, succeeded, expired, canceled, atau failed, dan tagihan yang kedaluwarsa, dibatalkan, atau gagal masih bisa menjadi succeeded kalau konfirmasi pembayarannya datang terlambat. Semuanya bisa dibaca tanpa akun di dokumentasi webhook.

Cara memutuskan

Keduanya juga bisa berjalan bersamaan: kode QRIS BukuWarung di kasir, tagihan Kasera Pay untuk pesanan antar. Warung yang menagih kasbon lewat QRIS dan tetap mencatat utangnya di buku bon bisa membaca panduan menagih kasbon pelanggan warung, dan kriteria memilih gateway secara umum ada di panduan memilih payment gateway.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa biaya QRIS di BukuWarung?

Halaman publik BukuWarung yang dibaca pada 21 Oktober 2026 tidak mencantumkan tarif QRIS untuk merchant-nya sendiri. Artikel blognya tentang biaya admin QRIS menjelaskan ketentuan MDR secara umum: 0% untuk usaha mikro pada transaksi di bawah Rp 500.000, 0,3% di atasnya, dan 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar. Artikel itu belum memuat perubahan Bank Indonesia per 1 Oktober 2026, yang membebaskan MDR untuk semua kategori merchant sampai Rp 100.000. Itu penjelasan aturan, bukan pernyataan tarif akun. Syarat dan ketentuannya menyebut biaya administrasi yang besarnya dapat berubah sewaktu-waktu. Tanyakan angka yang berlaku untuk usaha sendiri di aplikasi sebelum membandingkan.

Apakah Kasera Pay bisa mencatat utang pelanggan seperti BukuWarung?

Tidak. Kasera Pay mencatat pembayaran yang masuk, lengkap dengan nominal, waktu, dan deskripsinya, tetapi tidak menyimpan saldo utang dan tidak menguranginya sendiri. Sisa utang tetap dicatat di buku bon, spreadsheet, atau aplikasi pembukuan. BukuWarung menggabungkan catatan utang-piutang dengan penagihannya di satu aplikasi.

Bolehkah rekening penerimanya atas nama anggota keluarga?

Di BukuWarung, artikel pengaturan rekening penerima QRIS-nya menyebut empat jenis rekening: milik pribadi, anggota keluarga, bisnis milik pribadi, dan bisnis milik bersama, dengan verifikasi kalau nama pemilik rekening berbeda dari nama di aplikasi. Di Kasera Pay, rekening pencairan akun perorangan harus atas nama yang sama dengan KTP yang diverifikasi; rekening atas nama orang lain, termasuk keluarga, tidak dipakai untuk pencairan.

Saya hanya berjualan di warung, pembeli selalu di depan kasir. Perlu Kasera Pay?

Belum tentu. Kalau pembeli selalu berdiri di depan kode QR dan kasir melihat notifikasi masuk, satu kode QRIS untuk semua pembayaran sudah cukup, dan BukuWarung menambah pembukuan dan PPOB di aplikasi yang sama. Kasera Pay mulai berguna saat pembayaran terjadi tanpa pembeli di depan mata: pesanan lewat WhatsApp, tagihan bernominal besar lewat Virtual Account, atau website yang harus tahu pesanan mana yang lunas.

Bandingkan dengan gateway lain

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store