Perbandingan · Terbit · Diperbarui

Kasera Pay vs Paydia: MDR QRIS 0% untuk usaha mikro, tarif Virtual Account yang tidak dicantumkan, dan API berstandar SNAP

Jawaban singkatnya: untuk QRIS, Paydia lebih murah, dan bagi usaha mikro jauh lebih murah, karena MDR-nya 0% pada nominal kecil dan mengikuti kategori usaha di atasnya, sedangkan tarif default Kasera Pay sama di setiap kategori usaha, dengan 1% dari seluruh nominal untuk pembayaran di atas Rp 1.000.000. Paydia juga punya produk yang tidak ada di sini: QRIS statis, QRIS lintas negara, dan transfer dana ke rekening pihak lain. Kasera Pay unggul pada hal yang bisa dihitung dan dipasang tanpa bertanya: tarif Virtual Account tujuh bank tercantum, tautan pembayaran bisa dibuat dari dashboard tanpa koding, dan satu API melayani QRIS dan Virtual Account dengan kunci Bearer. Seluruh keterangan tentang Paydia di halaman ini dibaca dari paydia.id, halaman syarat dan ketentuannya, FAQ-nya, dan dokumentasi API di docs-snap.paydia.id pada 26 September 2026, saat artikel ini ditulis. Syarat dan ketentuannya dan halaman produk QRIS-nya dibaca ulang pada 17 Oktober 2026, saat syarat dan ketentuan itu bertanggal pembaruan 1 Oktober 2026. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.

Siapa Paydia

Paydia diselenggarakan PT Datacell Infomedia di Jakarta. Syarat dan ketentuannya menyebut izin Bank Indonesia sebagai penyedia jasa pembayaran kategori izin 1 (surat No. 23/565/DKSP/Srt/B, 1 Juli 2021) dan sebagai penyelenggara QRIS. Selain menerima pembayaran untuk merchant, Paydia menerbitkan aplikasi uang elektronik untuk konsumen dan layanan pembayaran tagihan. Bentuknya berbeda dari Kasera Pay, yang hanya melayani penjual yang menerima pembayaran.

QRIS: MDR per kategori usaha melawan tarif tetap

Syarat dan ketentuan Paydia, diperbarui 1 Oktober 2026, memuat tabel MDR QRIS “sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia”: usaha mikro 0% untuk nominal sampai Rp 500.000 dan 0,3% di atasnya; usaha kecil, menengah, dan besar 0% sampai Rp 100.000 dan 0,7% di atasnya; pendidikan 0% sampai Rp 100.000 dan 0,6% di atasnya; SPBU 0% sampai Rp 100.000 dan 0,4% di atasnya; serta 0% untuk badan layanan umum, bantuan sosial, pajak, dan donasi sosial. MDR dipotong langsung dari dana transaksi. Kasera Pay menagih QRIS 0,7% ditambah Rp 250 per pembayaran berhasil untuk setiap penjual, tanpa kategori, seperti tercantum di halaman biaya.

Satu catatan sebelum angka dipakai: FAQ di halaman produk QRIS Paydia, dibaca ulang 17 Oktober 2026, masih menulis tabel yang lebih lama. Di sana usaha kecil, menengah, dan besar dikenai 0,7% tanpa ambang nominal, dan usaha mikro 0% di bawah Rp 100.000 lalu 0,3% mulai Rp 100.000. Tabel di bawah menampilkan ambang usaha mikro dari kedua halaman. Untuk usaha kecil ke atas, angka FAQ itu berarti Rp 175 pada Rp 25.000 dan Rp 700 pada Rp 100.000, bukan Rp 0; di atas Rp 100.000 kedua halaman sama. Kategori mana yang berlaku untuk sebuah usaha, dan halaman mana yang benar, sebaiknya ditanyakan ke Paydia sebelum mendaftar.

Nominal QRISKasera PayPaydia, usaha kecil ke atas menurut S&KPaydia, usaha mikro menurut S&KPaydia, usaha mikro menurut FAQ QRIS
Rp 25.000Rp 425Rp 0Rp 0Rp 0
Rp 100.000Rp 950Rp 0Rp 0Rp 300
Rp 250.000Rp 2.000Rp 1.750Rp 0Rp 750
Rp 500.000Rp 3.750Rp 3.500Rp 0Rp 1.500
Rp 2.000.000Rp 20.000 (1%)Rp 14.000Rp 6.000Rp 6.000

Bagi usaha kecil ke atas, pembayaran sampai Rp 100.000 tidak dikenai MDR di Paydia, jadi seluruh biaya Kasera Pay adalah selisihnya: Rp 425 pada Rp 25.000 dan Rp 950 pada Rp 100.000. Dari Rp 100.000 sampai Rp 1.000.000 selisihnya tepat Rp 250 per transaksi, jadi 1.000 transaksi seperti itu sebulan berarti Rp 250.000. Di atas Rp 1.000.000 Kasera Pay mengenakan 1% dari seluruh nominal, jadi selisihnya Rp 6.000 pada Rp 2.000.000. Bagi usaha mikro, selisihnya adalah hampir seluruh biaya Kasera Pay. Warung atau penjual jajanan yang masuk kategori mikro dan menerima ratusan pembayaran QRIS kecil setiap hari akan membayar jauh lebih sedikit di Paydia, dan halaman ini tidak berpura-pura sebaliknya. Batas nominal QRIS keduanya sama, Rp 10.000.000 per transaksi.

Ambang Rp 100.000 untuk usaha kecil ke atas mengikuti MDR QRIS 0% yang diberlakukan Bank Indonesia mulai 1 Oktober 2026, seperti dirinci di tulisan tentang biaya QRIS 2026. Syarat dan ketentuan Paydia yang terbaca pada 26 September 2026 belum memuatnya; versi bertanggal 1 Oktober 2026 yang dibaca ulang pada 17 Oktober 2026 sudah memuatnya. Tarif QRIS Kasera Pay 0,7% ditambah Rp 250 sampai Rp 1.000.000, dan sejak 26 Oktober 2026 1% dari seluruh nominal di atasnya, seperti tercantum di halaman biaya.

Virtual Account: tercantum melawan tidak tercantum

Halaman produk Virtual Account Paydia menjelaskan dua jenis, open amount yang bisa dibayar dengan nominal berapa pun dan close amount yang nominalnya ditentukan lebih dulu, dengan nomor yang dibuat lewat API dan dana yang diteruskan ke rekening merchant. Tarifnya tidak tercantum di halaman itu, begitu juga daftar banknya. Pada daftar layanan di dokumentasi SNAP API Paydia saat artikel ini ditulis, layanan penerimaan yang tercantum adalah QRIS MPM, direct debit, dan pembayaran dari saldo Paydia; layanan Virtual Account tidak ada di daftar itu, jadi integrasinya perlu ditanyakan ke tim mereka.

Kasera Pay menagih Rp 5.000 tetap per Virtual Account yang dibayar, di tujuh bank: BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank. Nomornya diterbitkan per tagihan dengan nominal terkunci, jadi tidak ada bentuk open amount atau nomor tetap per pelanggan; apa yang hilang karenanya dibahas di perbandingan nomor VA tetap dan nomor per pesanan. Kalau yang dibutuhkan justru nomor tetap yang bisa diisi nominal bebas, misalnya untuk setoran berulang, Paydia menawarkan bentuk itu dan Kasera Pay tidak.

Produk yang hanya ada di Paydia

Integrasi: SNAP melawan satu kunci Bearer

Dokumentasi Paydia di docs-snap.paydia.id mengikuti standar SNAP Bank Indonesia. Setiap integrasi dimulai dengan meminta access token B2B dari client_id dan client_secret, lalu setiap permintaan ditandatangani; layanan QRIS MPM memakai tanda tangan simetris. Ada akun sandbox, halaman produknya menyebut dukungan untuk PHP, JavaScript, Go, dan Python, dan ada dukungan integrasi Senin sampai Jumat pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Bagi tim yang sudah memasang SNAP di penyedia lain, bentuk ini akrab.

Kasera Pay memakai satu kunci API di header Authorization: Bearer, satu endpoint POST /v1/transactions untuk QRIS maupun Virtual Account, header Idempotency-Key agar permintaan yang diulang tidak membuat tagihan ganda, dan webhook bertanda tangan Kasera-Signature-V1. Tanpa koding sama sekali, tagihan dan tautan pembayaran bisa dibuat dari dashboard. Referensinya ada di dokumentasi Kasera Pay. Halaman produk Paydia yang terbaca saat artikel ini ditulis tidak mencantumkan tautan pembayaran sebagai produk tersendiri; berandanya menyebut Paybox sebagai tombol pembayaran dengan tanda bintang tanpa keterangan lebih lanjut.

Uang sampai ke rekening

FAQ Paydia menyebut pencairan saldo QRIS dari transaksi pada hari kerja, kecuali Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, berjalan otomatis ke rekening terdaftar pada hari kerja berikutnya, tanpa perlu diajukan. Syarat dan ketentuannya menulis settlement paling lambat satu hari kerja berikutnya, dan settlement ke bank di luar bank yang disediakan dikenai biaya admin yang besarnya tidak disebut.

Di Kasera Pay saldo dicairkan ke rekening terverifikasi menurut jadwal yang dipilih sendiri (harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual) dengan biaya Rp 3.000 per pencairan, dan minimal Rp 10.000 harus sampai di rekening setelah biaya itu. Karena biayanya per pencairan, frekuensinya adalah keputusan uang tersendiri, dibahas di panduan pencairan dana.

Pendaftaran

Paydia: daftar gratis lewat situsnya dengan mengunggah dokumen pendukung, tanpa biaya bulanan, dan perorangan termasuk dalam definisi merchant. Syaratnya meminta usaha yang masih aktif beserta perizinan yang dibutuhkan, dan rekening bank aktif. Kasera Pay: daftar gratis dan swalayan, tanpa badan usaha, dan pembayaran pertama bisa dibuat segera dengan jatah 10 permintaan dan Rp 1.000.000 sebelum verifikasi selesai. Verifikasi identitas dan rekening dibutuhkan untuk mencairkan dana; syarat lengkapnya ada di panduan payment gateway tanpa PT.

Cara memutuskan

Pilih Paydia kalau hampir semua pembayaran lewat QRIS bernominal kecil, atau usahanya masuk kategori mikro, karena MDR 0% sampai Rp 100.000 (bagi usaha mikro sampai Rp 500.000) tidak bisa ditandingi tarif mana pun di sini; kalau yang dibutuhkan QRIS statis tercetak, QRIS untuk wisatawan asing, Virtual Account open amount, atau pengiriman dana ke rekening pihak lain; atau kalau tim sudah terbiasa dengan SNAP.

Pilih Kasera Pay kalau Virtual Account adalah channel penting dan tarifnya perlu pasti sebelum mendaftar; kalau penagihan berjalan lewat tautan pembayaran yang dikirim ke chat tanpa developer; atau kalau integrasinya perlu selesai hari ini dengan satu kunci, satu endpoint, dan webhook bertanda tangan yang bisa diuji di mode tes sebelum bicara dengan siapa pun.

Pertanyaan yang sering muncul

Mana yang lebih murah untuk QRIS, Paydia atau Kasera Pay?

Paydia, pada setiap nominal. Syarat dan ketentuan Paydia yang diperbarui 1 Oktober 2026 mencantumkan MDR QRIS 0 persen sampai Rp 100.000 dan 0,7 persen di atasnya untuk usaha kecil, menengah, dan besar, serta 0 persen untuk usaha mikro sampai Rp 500.000 dan 0,3 persen di atasnya. Kasera Pay menagih 0,7 persen ditambah Rp 250 untuk semua penjual sampai Rp 1.000.000, dan 1% dari seluruh nominal di atasnya sejak 26 Oktober 2026. Bagi usaha kecil ke atas, selisihnya adalah seluruh biaya Kasera Pay pada pembayaran sampai Rp 100.000, misalnya Rp 950 pada Rp 100.000, Rp 250 per transaksi sampai Rp 1.000.000, dan 0,3% dari nominal di atasnya. Bagi usaha mikro selisihnya jauh lebih besar.

Berapa tarif Virtual Account Paydia?

Tidak tercantum. Halaman produk Virtual Account Paydia pada 26 September 2026 menjelaskan jenis open amount dan close amount serta integrasi lewat API, tetapi tidak menyebut tarif maupun daftar bank. Tarif top up Virtual Account di FAQ Paydia adalah biaya bagi pengguna aplikasi dompetnya, bukan biaya bagi merchant. Kasera Pay menagih Rp 5.000 tetap per Virtual Account yang dibayar, untuk tujuh bank.

Bisakah mendaftar Paydia sebagai perorangan?

Syarat dan ketentuan Paydia mendefinisikan merchant sebagai badan hukum, badan usaha, atau perorangan yang menjual produk atau jasa, dan pendaftarannya dilakukan sendiri di situsnya dengan mengunggah dokumen pendukung. Syarat yang sama meminta merchant memiliki usaha yang masih aktif dan perizinan yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Daftar dokumen pendukungnya tidak tercantum di halaman yang terbaca. Di Kasera Pay perorangan mendaftar sendiri tanpa badan usaha dan bisa langsung membuat pembayaran, sedangkan pencairan menunggu verifikasi identitas dan rekening.

Bandingkan dengan gateway lain

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store