Blog · Terbit

Menerima pembayaran jasa pasang CCTV dan jaringan

Jasa pasang CCTV, WiFi, dan jaringan kantor menagih empat hal yang berbeda bentuknya: biaya survei yang kecil, paket perangkat terpasang yang hampir selalu di atas Rp 1.000.000, tambahan yang baru ketahuan di lokasi, dan perawatan bulanan. Susunan yang paling sedikit menimbulkan sengketa: survei ditagih sebelum teknisi berangkat, paket ditagih dengan tanggal pemasangan yang tertulis, tambahan ditagih sebagai tagihan sendiri di lokasi, dan perawatan ditagih berulang. Pekerjaan dimulai setelah status tagihan Dibayar, tidak pernah setelah pelanggan mengirim tangkapan layar transfer.

Survei lokasi: tagih sebelum berangkat

Survei menghabiskan setengah hari teknisi dan bensin, dan pelanggan yang hanya membandingkan harga sering membatalkannya di menit terakhir. Biaya survei Rp 100.000 yang dipotong dari harga paket kalau pelanggan jadi memasang menyaring permintaan yang tidak serius tanpa terasa sebagai beban bagi yang serius. Kirim tautan pembayaran lewat WhatsApp begitu jadwal disepakati. Biayanya Rp 950 lewat QRIS.

Tautan dari dashboard berlaku 60 menit. Pelanggan yang belum sempat membayar cukup dibuatkan tautan baru, dan jadwal survei baru dikunci setelah status Dibayar. Tulis nama dan alamat singkat di keterangan, misalnya “Survei CCTV Jl. Kenanga 7, Bu Rina”, karena kolom pencarian di halaman Transaksi mencocokkan teks keterangan.

Paket terpasang di atas Rp 1.000.000

Paket dua kamera dengan DVR, hard disk, kabel, dan pemasangan umumnya sudah melewati Rp 1.000.000. Sejak 26 Oktober 2026, pembayaran di atas Rp 1.000.000 dikenai 1% dari seluruh nominal, baik lewat QRIS maupun Virtual Account, dan tagihannya wajib membawa nama pelanggan, nomor WhatsApp atau email, keterangan minimal 10 karakter, dan tanggal pengiriman. Untuk jasa pemasangan, tanggal pengiriman diisi tanggal pemasangan yang dijanjikan. Tanggal itu tampil kepada pelanggan sebelum membayar, jadi jangan menulis tanggal yang belum pasti.

Tanggal itu juga menentukan arus kas pada akun yang masih baru. Selama akun belum lewat 14 hari sejak pembayaran pertama atau belum menerima pembayaran dari 25 pembeli berbeda, dana pembayaran di atas Rp 1.000.000 baru ikut dicairkan setelah pelanggan mengonfirmasi pekerjaan diterima, atau sehari setelah tanggal pemasangan lewat tanpa laporan. Isi email pelanggan kalau ada, karena tautan konfirmasi dan tanggal pemasangan dikirim ke sana. Teknisi yang menutup pekerjaan dengan meminta pelanggan menekan “Pesanan sudah diterima” di halaman konfirmasinya mempercepat dana itu. Rincian aturannya ada di panduan pembayaran di atas Rp 1.000.000.

DP tidak mengubah tarif. Paket Rp 4.500.000 yang dibayar DP 50% dan pelunasan menjadi dua pembayaran Rp 2.250.000, masing-masing Rp 22.500. Totalnya Rp 45.000, sama dengan dibayar penuh. DP masuk akal kalau perangkat harus dibeli khusus, misalnya kamera PTZ untuk gudang, dan tidak perlu untuk paket yang perangkatnya sudah ada di stok. Perangkat yang baru tiba lebih dari 30 hari lagi, misalnya pesanan impor, termasuk pembayaran di muka untuk barang fisik yang menurut kebijakan penggunaan terlarang membutuhkan persetujuan tertulis lebih dulu. Untuk kasus itu, tagih saat perangkat sudah di tangan.

Tambahan yang baru ketahuan di lokasi

Kabel yang ternyata harus lewat plafon, tiang tambahan, atau satu kamera lagi untuk sudut yang terlewat hampir selalu muncul di hari pemasangan. Jangan membatalkan tagihan paket lalu membuat ulang dengan nominal baru: pelanggan sudah membayar paketnya, dan tagihan yang sudah Dibayar tidak bisa diubah. Buat tagihan kedua untuk tambahannya saja, misalnya “Tambahan kabel 25 m, Jl. Kenanga 7” Rp 120.000 dengan biaya QRIS Rp 1.090, lalu tunjukkan QR-nya dari layar ponsel teknisi.

Teknisi cukup diundang sebagai Staf. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran dari ponsel, tetapi tidak bisa mencairkan dana atau mengubah rekening pencairan. Pola menagih di rumah pelanggan, termasuk harga yang baru pasti setelah dicek, dibahas lebih lengkap di artikel pembayaran untuk jasa di tempat.

Kontrak perawatan bulanan

Toko, kos, dan kantor kecil sering mau membayar perawatan rutin: pengecekan kamera, pembersihan lensa, dan penggantian adaptor yang rusak. Kontrak Rp 300.000 per bulan bisa ditagih lewat menu Langganan: satu tagihan per siklus, pengingat saat tagihan terbit dan tiga hari sesudahnya, lalu status Nunggak kalau tiga hari lewat tanpa pembayaran. Tagihan Langganan dibayar lewat QRIS, dengan biaya Rp 2.350 per bulan. Pelanggan kantor yang membayar dari internet banking lebih cocok diberi tagihan Virtual Account biasa setiap bulan, Rp 5.000. Cara menyusun paket dan tanggal tagihnya ada di panduan tagihan langganan bulanan.

Kunjungan garansi tidak ditagih. Yang ditagih adalah perbaikan di luar garansi, misalnya kamera yang tersambar petir, sebagai tagihan sendiri setelah kerusakannya dicek.

Proyek kantor dan gudang

Satu pembayaran maksimum Rp 10.000.000. Proyek 16 kamera dengan NVR dan jaringan senilai Rp 18.000.000 dipecah per tahap, misalnya Rp 10.000.000 setelah perangkat tiba dan Rp 8.000.000 setelah serah terima, dengan biaya Rp 100.000 dan Rp 80.000. Usaha yang rutin menerima proyek sebesar itu lewat Virtual Account bisa meminta maksimum Virtual Account akunnya dinaikkan lewat [email protected]. Untuk klien korporat yang membayar dengan jadwal tetap, bandingkan juga dengan transfer biasa ke rekening usaha: 1% dari Rp 18.000.000 adalah Rp 180.000. Kebiasaan bagian keuangan perusahaan dibahas di artikel pembayaran dari pelanggan korporat.

Biaya per tagihan, dengan angka ilustrasi

TagihanNominalQRISVirtual Account
Survei lokasiRp 100.000Rp 950Rp 5.000
Perawatan bulananRp 300.000Rp 2.350Rp 5.000
Tambah satu kamera terpasangRp 650.000Rp 4.800Rp 5.000
Paket WiFi rumah, router dan pemasanganRp 1.000.000Rp 7.250Rp 5.000
Paket dua kamera terpasangRp 2.800.000Rp 28.000Rp 28.000
Paket empat kamera terpasangRp 4.500.000Rp 45.000Rp 45.000

Sampai Rp 1.000.000, QRIS berbiaya 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per pembayaran berhasil, jadi Virtual Account baru lebih murah di antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000. Di atas Rp 1.000.000 keduanya sama, 1%, dan pilihan metodenya kembali ke kebiasaan pelanggan. Daftar tarif dan kalkulatornya ada di halaman biaya transaksi. Pencairan ke rekening usaha berbiaya Rp 3.000 per pencairan.

Sebelum pelanggan pertama

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah DP 50% membuat paket Rp 4.500.000 kena tarif biasa?

Tidak. DP Rp 2.250.000 dan pelunasan Rp 2.250.000 masing-masing di atas Rp 1.000.000, jadi keduanya kena 1%: Rp 22.500 + Rp 22.500, sama dengan satu pembayaran penuh Rp 45.000. DP dipakai karena alasan risiko, misalnya perangkat harus dibeli dulu, bukan karena biayanya.

Tanggal pengiriman apa yang diisi untuk jasa pemasangan?

Tanggal pemasangan yang dijanjikan kepada pelanggan. Tanggal itu wajib untuk pembayaran di atas Rp 1.000.000, tidak boleh tanggal yang sudah lewat, dan pada akun yang masih baru menentukan kapan dana boleh ikut dicairkan: setelah pelanggan mengonfirmasi, atau sehari setelah tanggal itu lewat tanpa laporan.

Pelanggan membatalkan setelah DP masuk. Bagaimana mengembalikan uangnya?

Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa dibatalkan lewat Kasera. Uangnya dikembalikan dengan transfer dari rekening sendiri, dan biaya transaksinya tidak ikut kembali. Karena itu aturan DP hangus atau dikembalikan, misalnya untuk perangkat yang sudah dibeli, sebaiknya tertulis sebelum DP ditagih.

Bisakah teknisi menerima pembayaran tanpa bisa mencairkan dana?

Bisa. Teknisi diundang sebagai Staf: Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak bisa mencairkan dana, mengubah rekening pencairan, atau mengatur metode pembayaran.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store