Blog · Terbit · Diperbarui

Menerima pembayaran SPP sekolah swasta, madrasah, dan pesantren: ratusan siswa lewat satu file CSV, kakak-adik yang tergabung otomatis, uang pangkal di atas Rp 10.000.000, dan tunggakan yang menutup langganan setelah 14 hari

Sekolah swasta, madrasah, dan pesantren menagih ratusan keluarga dengan nominal yang sama setiap bulan, ditambah beberapa pembayaran besar setahun sekali. SPP bulanan ditagih lewat menu Langganan, dan daftar siswa yang sudah ada di spreadsheet dimasukkan sekaligus lewat Impor CSV. Uang pangkal ditagih per siswa sebagai pembayaran tersendiri, dipecah kalau melewati Rp 10.000.000 dan maksimum Virtual Account belum dinaikkan, dan lebih murah lewat Virtual Account. Tiga hal perlu diputuskan sebelum bulan pertama: cara menulis baris kakak-adik, aturan tunggakan yang sesuai dengan batas 14 hari, dan apakah uang pangkal tahun ajaran depan atau uang saku santri boleh ditarik lewat akun ini.

SPP bulanan: satu plan per jenjang, siswa masuk lewat file

Buat plan di menu Langganan untuk setiap nominal yang benar-benar dibayar: “SPP SD” Rp 350.000, “SPP SMP” Rp 450.000, atau untuk pesantren “Santri mukim” Rp 1.250.000 yang sudah mencakup SPP, makan, dan asrama, dan “Santri kalong” Rp 400.000 untuk yang pulang setiap hari. Angka ini ilustrasi. Siswa dengan potongan atau beasiswa sebagian mendapat plan sendiri dengan harga yang lebih rendah.

Memasukkan 300 siswa satu per satu dari formulir bukan pekerjaan yang masuk akal. Buka Langganan, Impor CSV, unduh contoh filenya, lalu isi dari data siswa yang sudah ada:

name,email,phone,plan,next_bill_date,quantity,external_id,whatsapp,no_email
Raka (4A) & Dinda (1B) Pratama,,081234567890,SPP SD,2026-11-01,1,NIS-2041,ya,
Raka (4A) & Dinda (1B) Pratama,,081234567890,SPP SD,2026-11-01,1,NIS-2297,ya,
Salma Aulia (7C),[email protected],,SPP SMP,2026-11-01,1,NIS-1873,,

Langganan live hanya bisa dibuat oleh akun yang sudah terverifikasi, jadi selesaikan verifikasi lebih dulu. Urutan lengkap memindahkan data lama, termasuk gladi di mode sandbox, ada di panduan memindahkan pelanggan langganan.

Kakak-adik: kontak yang sama menjadi satu pelanggan

Ini yang paling mudah terlewat. Saat impor, baris yang email atau nomor teleponnya sudah dipakai pelanggan lain tidak membuat pelanggan baru; langganannya ditempelkan ke pelanggan yang lebih dulu ada, dengan nama dari baris pertama. Dua anak dengan nomor ayah yang sama menjadi dua langganan di bawah satu nama.

Itu sebenarnya cocok untuk sekolah, karena yang membayar memang satu keluarga. Yang perlu diatur hanya kolom name: tulis nama yang sama di semua baris kakak-adik, berisi semua anaknya beserta kelasnya, seperti contoh di atas. Kotak pencarian di daftar langganan membaca nama pelanggan, plan, dan external_id, jadi “Raka (4A) & Dinda (1B) Pratama” ditemukan dari nama anak mana pun maupun dari NIS-nya. Masing-masing anak tetap punya langganan dan NIS sendiri, sehingga satu anak bisa berhenti tanpa menyentuh yang lain.

Tunggakan: putuskan aturannya sebelum batas 14 hari

Sebagian sekolah terbiasa membiarkan SPP menunggak dua atau tiga bulan lalu menagihnya saat pembagian rapor. Menu Langganan tidak bekerja seperti itu. Tagihan yang belum dibayar tiga hari setelah jatuh tempo membuat langganan berstatus Nunggak, dan tagihan yang belum dibayar 14 hari setelah jatuh tempo ditutup, lalu langganannya berhenti. Langganan yang sudah berhenti tidak hidup lagi walaupun orang tua membayar belakangan.

Karena itu, aturan tunggakannya ditulis sebelum bulan pertama:

  1. Kirim aturan itu ke grup wali murid: SPP dibayar paling lambat dua minggu setelah tagihan terbit.
  2. Pada hari kesepuluh, buka daftar langganan yang berstatus Nunggak dan hubungi keluarganya langsung, sebelum sistem menutupnya.
  3. Kalau langganan sudah berhenti, tagih tunggakannya sebagai satu permintaan pembayaran biasa, lalu daftarkan siswa itu lagi sebagai langganan baru. NIS yang sama tidak bisa dipakai dua kali di external_id, jadi beri akhiran, misalnya NIS-2041-B.

Kolom Akses sampai di daftar langganan menunjukkan sampai bulan mana SPP sudah dibayar. Apakah siswa yang menunggak tetap boleh ikut ujian adalah keputusan sekolah, bukan sistem.

Uang pangkal dan uang gedung: Virtual Account, dipecah kalau perlu

Uang pangkal dibayar sekali dan sering jutaan rupiah. Terbitkan satu permintaan pembayaran per siswa saat orang tua siap membayar, karena tagihan dari dashboard berlaku 60 menit. Maksimum bawaan satu pembayaran Rp 10.000.000. Untuk Virtual Account, batas itu bisa dinaikkan per akun lewat email ke [email protected], sehingga uang pangkal Rp 12.000.000 cukup satu tagihan. Tanpa kenaikan itu, uang pangkal Rp 12.000.000 menjadi dua tagihan Rp 6.000.000, dengan deskripsi yang sama polanya:

PANGKAL 1/2 · NIS-2297 · Dinda Pratama · 2026/2027

Pada nominal ini metode tidak lagi menentukan biaya: sejak 26 Oktober 2026 pembayaran di atas Rp 1.000.000 kena 1% dari seluruh nominal lewat QRIS maupun Virtual Account, jadi setiap Rp 6.000.000 berbiaya Rp 60.000. Virtual Account tetap lazim untuk uang pangkal karena orang tua membayar dari m-banking. Titik impas kedua metode sekitar Rp 678.600; di bawahnya QRIS lebih murah. Perbandingan lengkap kedua metode ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account. Cicilan uang pangkal diperlakukan sama: setiap cicilan satu tagihan, diterbitkan saat jatuh temponya tiba.

Yang perlu ditanyakan lebih dulu

Kebijakan penggunaan Kasera Pay meminta persetujuan tertulis untuk hal yang dibayar jauh sebelum diserahkan dan untuk menerima pembayaran atas nama orang lain. Tiga kebiasaan sekolah menyentuh daftar itu:

SPP bulanan atau tahunan tidak termasuk, karena pendidikan adalah layanan yang diberikan terus-menerus. Tanyakan ke [email protected] sebelum membuka pendaftaran siswa baru atau menerima setoran uang saku.

Biayanya dalam setahun

Angka ilustrasi, dengan tarif saat artikel ini ditulis: QRIS 0,7% + Rp 250 dan Virtual Account Rp 5.000 per transaksi berhasil, pencairan Rp 3.000 per pencairan.

ContohBiaya per pembayaranSetahun
Madrasah, 240 siswa, SPP Rp 350.000, QRISRp 2.700Rp 7.776.000 dari Rp 1.008.000.000
Pesantren, 150 santri mukim, Rp 1.250.000, QRISRp 12.500Rp 22.500.000 dari Rp 2.250.000.000
Uang pangkal Rp 12.000.000 dalam dua tagihan Virtual AccountRp 60.000Rp 120.000 per siswa
Pencairan mingguanRp 3.000Rp 156.000

Baris pesantren layak dibaca dua kali. Nominal Rp 1.250.000 di atas Rp 1.000.000, jadi sejak 26 Oktober 2026 biayanya 1% lewat QRIS maupun Virtual Account, dan menagih lewat Virtual Account tidak menghemat apa pun. Tagihan langganan hanya dibayar lewat QRIS, dan menerbitkan 150 tagihan Virtual Account setiap bulan dengan tangan, masing-masing berlaku 60 menit, hanya menambah jam kerja.

Sebelum bulan pertama

Putuskan atas nama siapa akunnya dibuat; pertimbangannya untuk yayasan dan lembaga ada di artikel pembayaran atas nama organisasi. Selesaikan verifikasi, buat plan per jenjang, siapkan file CSV dengan NIS dan nama kakak-adik yang seragam, jalankan Cek filenya, kirim aturan tunggakan ke wali murid, lalu impor dengan tanggal 1 bulan depan. Staf tata usaha bisa diundang dengan role Staf untuk menerbitkan tagihan uang pangkal tanpa bisa menekan Cairkan sekarang atau mengganti rekening pencairan, seperti dijelaskan di dokumentasi tim. TPA dan TPQ yang iurannya puluhan ribu rupiah punya hitungan dan pertanyaan sendiri, dari komponen Rp 250 sampai beda iuran dengan infak, yang dibahas di panduan iuran TPA, TPQ, dan rumah tahfiz.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisakah SPP ditagih lewat Virtual Account setiap bulan secara otomatis?

Tidak lewat menu Langganan. Tagihan langganan hanya dibayar lewat QRIS. Virtual Account tetap bisa dipakai untuk tagihan sekali bayar seperti uang pangkal, tetapi tagihan yang dibuat dari dashboard berlaku 60 menit, jadi diterbitkan saat orang tua siap membayar, bukan disebar ke ratusan orang tua di awal bulan.

Bolehkah rekening pencairannya atas nama bendahara, bukan atas nama yayasan?

Yayasan yang berbadan hukum bisa memilih Badan usaha saat verifikasi, dengan dokumen pendirian, NPWP, NIB, dan rekening pencairan atas nama yayasan; KTP dan foto diri orang yang mendaftarkannya tetap diminta. Tanpa jalur itu, akun diverifikasi atas identitas satu orang dan dana dicairkan ke rekening atas nama orang itu, biasanya bendahara atau kepala yayasan. Siapa yang memegangnya, dan apa yang terjadi saat kepengurusan berganti, sebaiknya diputuskan tertulis lebih dulu.

Orang tua sudah membayar SPP setahun penuh di muka. Bagaimana mencatatnya?

Buat plan tahunan tersendiri, misalnya SPP SD tahunan, lalu pindahkan siswa itu ke plan tersebut. SPP adalah layanan yang diberikan terus-menerus, jadi penagihan tahunan tidak termasuk daftar yang butuh persetujuan tertulis. Uang pangkal untuk tahun ajaran yang belum dimulai berbeda, karena dibayar jauh sebelum layanannya diberikan.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store