Blog · Terbit · Diperbarui

Menerima pembayaran tempat wisata dan agrowisata: satu tagihan per rombongan di loket, buah petik yang ditimbang sebelum ditagih, dan kunjungan sekolah yang dibayar jauh hari

Tempat wisata kecil, seperti wisata desa, kebun petik buah, curug, atau taman edukasi, menerima uang di tiga tempat yang aturannya berbeda: loket tiket saat antrean mobil memanjang, timbangan saat pengunjung pulang membawa hasil petik, dan pemesanan rombongan yang dibayar berminggu-minggu sebelum datang. Susunan yang paling hemat: di loket, satu tagihan per mobil atau keluarga, bukan per orang; di timbangan, satu tagihan setelah semua kantong ditimbang; untuk rombongan, Virtual Account dengan aturan jadwal ulang yang disepakati sebelum DP. Biaya QRIS-nya 0,7% + Rp 250 per pembayaran, jadi setiap pembayaran tambahan menambah Rp 250 tetap.

Loket: satu tagihan per rombongan, bukan per orang

Karena setiap pembayaran QRIS kena Rp 250 tetap di atas 0,7%, jumlah pembayaran lebih menentukan daripada nominalnya. Keluarga berempat dengan tiket Rp 15.000 per orang yang membayar sekali Rp 60.000 kena Rp 420 ditambah Rp 250, jadi Rp 670. Kalau tiap orang memindai sendiri, biayanya 4 × Rp 355 = Rp 1.420, dan petugas menunggu empat status, bukan satu. Di hari libur dengan 300 mobil, selisihnya bisa ratusan ribu rupiah sehari.

Cara kerja di loket yang ramai:

  1. Petugas menghitung isi mobil, lalu membuat permintaan pembayaran dari dashboard: isi Nominal dengan totalnya, pilih QRIS di Metode, dan tulis Keterangan seperti 3 dewasa 2 anak, parkir mobil. Langkah dasarnya ada di panduan menerima pembayaran tanpa coding.
  2. QR ditunjukkan di layar HP atau tablet loket, pengunjung memindai dari aplikasi bank atau dompet digital apa pun yang mendukung QRIS.
  3. Palang dibuka setelah status di layar berubah menjadi Dibayar. Tangkapan layar bukti transfer dari pengunjung bukan penggantinya.

Setiap petugas loket diundang sebagai Staf dengan email sendiri, jadi tidak ada yang memakai login pemilik. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak bisa mengubah rekening pencairan. Tagihan dari dashboard berlaku 60 menit, lebih dari cukup untuk antrean loket.

Pos kecil: QR cetak dengan pilihan nominal

Spot foto, sewa ban pelampung, kamar bilas, atau gazebo jarang punya petugas yang memegang HP sepanjang hari. Untuk pos seperti itu, halaman pembayaran permanen lebih cocok: satu QR dicetak dan ditempel, dan pengunjung memilih nominal sendiri. Pemilik mengaturnya di Akun → Halaman pembayaran, dengan sampai delapan pilihan nominal, misalnya 5000, 10000, dan 20000, lalu mencetak QR-nya sebagai PDF A6 atau display meja A5. Pengunjung juga mengetik nama dan catatan, misalnya “ban 2 jam”.

Kelemahannya nyata: semua pembayaran dari QR cetak masuk ke satu daftar, dan petugas yang datang mengecek harus mencocokkan nama di layar dengan orang di depannya. Untuk pos yang ramai, kembali ke cara loket: satu tagihan per transaksi. QR cetak baru masuk akal saat jumlah pembeli per jam masih bisa dihitung dengan jari.

Kebun petik: timbang dulu, tagih sekali

Di kebun petik buah, tiket masuk dan buah yang dibawa pulang adalah dua penjualan. Tiket ditagih di loket seperti di atas. Buah ditagih di timbangan setelah semua kantong satu rombongan ditimbang, dengan satu permintaan pembayaran berisi total. Sebagai ilustrasi, jeruk Rp 30.000 per kilogram dan tiga kantong yang totalnya 2,4 kg menjadi satu tagihan Rp 72.000, biayanya Rp 504 ditambah Rp 250, jadi Rp 754. Kalau tiga kantong itu ditagih terpisah, misalnya Rp 24.000 per kantong, biayanya 3 × Rp 418 = Rp 1.254. Tulis berat dan jenis buah di Keterangan, misalnya jeruk 2,4 kg, agar penjualan buah bisa dijumlahkan terpisah dari tiket saat CSV diunduh di akhir hari. Pola timbang dulu lalu tagih sekali yang sama, ditambah tiket, umpan, dan pesanan warung dalam satu tagihan, dirinci untuk kolam pemancingan kiloan.

Kebanyakan kebun petik ada di dataran tinggi dengan sinyal yang naik turun. Status pembayaran membutuhkan koneksi di HP petugas, bukan hanya di HP pengunjung. Cara menyiapkan meja pembayaran di tempat seperti itu dibahas di menerima pembayaran di acara tanpa sinyal stabil.

Rombongan sekolah dan kantor: Virtual Account dan izin lebih dulu

Kunjungan study tour atau outing kantor dipesan jauh hari dan nominalnya besar. Sejak 26 Oktober 2026 pembayaran di atas Rp 1.000.000 kena 1% dari seluruh nominal lewat QRIS maupun Virtual Account. Sebagai ilustrasi, 120 siswa dengan paket Rp 35.000 berarti Rp 4.200.000, dan biayanya Rp 42.000 dengan metode mana pun. Virtual Account tetap cocok karena bendahara sekolah atau kantor biasanya membayar lewat transfer. Di bawah Rp 1.000.000, titik impas kedua metode sekitar Rp 678.600 per pembayaran, dan perbandingan lengkapnya ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account. Satu pembayaran paling banyak Rp 10.000.000 selama batas akunnya belum dinaikkan, jadi rombongan yang lebih besar dibagi menjadi DP dan pelunasan.

Sebelum DP rombongan pertama diterima, ada satu langkah yang tidak boleh dilewati. Kebijakan penggunaan Kasera Pay di halaman larangan memasukkan perjalanan, tiket, dan hal lain yang dibayar jauh sebelum diserahkan ke daftar yang hanya diizinkan dengan persetujuan tertulis. Kunjungan yang dibayar tiga minggu sebelum hari-H masuk bentuk itu. Email [email protected] dengan nama tempat, jarak biasa antara pembayaran dan kunjungan, dan perkiraan jumlah rombongan per bulan, lalu tunggu jawabannya.

Hujan, longsor, dan jadwal ulang: ditulis sebelum dibayar

Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay, baik oleh pengelola maupun oleh Kasera. Pengembalian berarti transfer dari rekening pengelola sendiri, dan biaya transaksinya tidak kembali. Untuk tempat wisata yang bisa tutup mendadak karena cuaca, aturan pembatalan menentukan lebih banyak daripada pilihan metode. Contoh aturan yang bisa ditulis di papan loket dan di pesan pemesanan rombongan:

Angka di atas hanya contoh; yang penting aturannya ada sebelum uang masuk, bukan dirundingkan di loket saat hujan turun.

Biaya per nominal

Tagihan (ilustrasi)QRISVirtual Account
Rp 10.000, sewa banRp 320 (3,2%)Rp 5.000 (50%)
Rp 60.000, satu keluargaRp 670Rp 5.000
Rp 100.000Rp 950Rp 5.000
Rp 180.000, satu mobil plus buahRp 1.510Rp 5.000
Rp 4.200.000, rombongan sekolahRp 42.000Rp 42.000

Biaya dipotong dari pembayaran yang berhasil, tanpa biaya bulanan, dan pencairan ke rekening kena Rp 3.000 per pencairan, bukan per pembayaran. Rinciannya ada di halaman biaya.

Siapa yang memegang akun

Banyak tempat wisata desa dikelola bersama, oleh pokdarwis, kelompok tani, atau pengurus kampung, sementara akun Kasera Pay punya satu pemilik. Jenis usaha yang bisa dipilih saat verifikasi adalah perorangan atau badan usaha (PT atau CV, dengan SK Pendirian, SK Pernyataan, NPWP Perusahaan, dan NIB). Pengelola yang mendaftar sebagai perorangan memakai KTP salah satu pengurus, dan rekening pencairannya harus atas nama yang sama. Artinya uang bersama mendarat di rekening pribadi satu orang, jadi putuskan di rapat pengurus siapa orangnya, dan jadikan CSV bulanan sebagai laporan rutin ke anggota. Pengurus lain cukup diundang sebagai Staf.

Pertanyaan yang sering muncul

Pengunjung datang berlima. Lebih baik lima tagihan atau satu?

Satu. Pembayaran QRIS kena 0,7% + Rp 250, dan bagian Rp 250 itu dibayar di setiap pembayaran. Lima tiket Rp 15.000 yang dibayar sekali sebagai Rp 75.000 kena Rp 525 ditambah Rp 250, jadi Rp 775, sedangkan lima pembayaran terpisah kena 5 × Rp 355 = Rp 1.775. Satu tagihan juga berarti satu kali menunggu status Dibayar di loket, bukan lima.

Hujan deras dan pengunjung minta uang tiketnya kembali. Bisa lewat Kasera Pay?

Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay, baik oleh pengelola maupun oleh Kasera. Kalau pengelola memutuskan mengembalikan, uangnya ditransfer dari rekening sendiri dan biaya transaksinya tidak kembali. Karena itu aturan hujan, misalnya tiket berlaku untuk kunjungan ulang dalam 30 hari, ditulis di papan loket dan di pesan pemesanan sebelum ada yang membayar.

Apakah menjual tiket kunjungan rombongan jauh hari butuh izin dari Kasera Pay?

Ya. Kebijakan penggunaan Kasera Pay memasukkan perjalanan, tiket, dan hal lain yang dibayar jauh sebelum diserahkan ke daftar yang butuh persetujuan tertulis lebih dulu. Email [email protected] sebelum DP rombongan pertama diterima, dengan gambaran tempatnya, jarak biasa antara pembayaran dan hari kunjungan, dan perkiraan jumlah rombongan per bulan. Tanyakan sekalian apakah penjualan tiket di loket, yang dibayar dan dipakai saat itu juga, perlu disebut.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store