Blog · Terbit · Diperbarui

Menerima pembayaran kedai kopi dan kafe: QRIS bank untuk antrean di kasir, tagihan per pesanan untuk pesanan kantor, biji kopi, dan coffee cart

Kedai kopi punya dua jenis penjualan yang butuh alat berbeda. Antrean di depan kasir paling murah dibayar lewat QRIS statis dari bank: barista melihat sendiri pembeli membayar, dan sejak 1 Oktober 2026 MDR QRIS untuk transaksi sampai Rp 100.000 adalah 0 persen. Pesanan yang tidak terjadi di depan kasir, yaitu pesanan grup kantor lewat WhatsApp, pre-order, biji kopi yang dikirim, dan coffee cart untuk acara, butuh satu tagihan per pesanan yang statusnya berubah sendiri saat dibayar. Bagian kedua itulah tempat Kasera Pay layak dipakai, dan bagian pertama sebaiknya tidak dipindahkan ke sini.

Kenapa kasir sebaiknya tetap memakai QRIS bank

Kasera Pay mengenakan 0,7% + Rp 250 per transaksi QRIS yang berhasil. Komponen Rp 250 itulah yang terasa pada harga segelas kopi. Hitungan berikut memakai tarif yang tercantum di halaman harga saat artikel ini ditulis:

Penjualan (ilustrasi)NominalBiaya Kasera PayPorsi dari nominal
Satu es kopi susuRp 18.000Rp 3762,1%
Kopi dan rotiRp 35.000Rp 4951,4%
Pesanan kantor, 15 gelasRp 450.000Rp 3.4000,76%
Pelunasan coffee cart, lewat Virtual AccountRp 3.500.000Rp 35.0001%

Kedai yang menjual 120 gelas sehari dengan rata-rata Rp 25.000 akan membayar Rp 425 per gelas, atau Rp 51.000 sehari, kalau seluruh antrean kasir dilewatkan ke Kasera Pay. Di QRIS bank, MDR untuk nominal sebesar itu sekarang nol. Selisih sebesar itu tidak dibayar kembali oleh fitur apa pun selama pembeli berdiri di depan barista, karena pencocokan pesanan dengan pembayaran sudah dikerjakan mata barista saat itu juga. Rincian MDR per kategori usaha ada di artikel biaya QRIS 2026, dan pertimbangan kedua jalur dibandingkan utuh di perbandingan QRIS dari bank dan lewat agregator.

Satu pengecualian: kedai yang kasirnya bukan pemilik dan ingin setiap penjualan tercatat per gelas dengan nominal pas, tanpa bergantung pada pembeli yang mengetik angka sendiri. Tagihan yang dibuat dari dashboard memang memberi catatan itu, tetapi butuh beberapa ketukan per pembeli. Pada jam ramai pagi, langkah tambahan itu memperpanjang antrean, jadi coba dulu pada jam sepi sebelum dijadikan aturan. Akun per barista, siapa yang menerima notifikasi, dan urutan serah terima antar giliran dibahas di panduan menyiapkan pembayaran saat kasirnya berganti orang.

Pesanan grup kantor: dibayar sebelum diseduh

Pesanan kantor biasanya datang sebagai pesan WhatsApp berisi lima belas nama dan lima belas menu. Masalahnya bukan menyeduhnya, tetapi memastikan uangnya masuk sebelum lima belas gelas itu dibuat. Dengan QRIS statis, pemesan mengetik nominal sendiri lalu mengirim tangkapan layar, dan tangkapan layar bukan bukti; kasusnya dibahas di tulisan tentang bukti transfer palsu.

Susunan yang bekerja:

  1. Barista membalas dengan total dan memastikan semua menu tersedia. Stok diperiksa sebelum tagihan dibuat, karena pembayaran yang sudah masuk tidak bisa dikembalikan sebagian lewat Kasera Pay.
  2. Barista membuat permintaan pembayaran di dashboard dengan nominal pas dan deskripsi yang bisa dicari, misalnya “Kantor lantai 3, 15 gelas, ambil 09.30”. Tautannya dikirim ke chat yang sama.
  3. Penyeduhan dimulai saat transaksinya tampil Dibayar di dashboard, bukan saat pemesan mengirim pesan “sudah”.

Tagihan dari dashboard berlaku 60 menit. Karena itu tautannya dikirim saat pesanan sudah pasti, bukan malam sebelumnya. Tautan yang kedaluwarsa tidak dikenai biaya, dan pemesan yang terlambat cukup dikirimi tagihan baru.

Pre-order, biji kopi, dan kopi literan yang dikirim

Pola yang sama berlaku untuk pre-order ambil di tempat dan untuk penjualan biji kopi atau kopi susu literan lewat chat. Bedanya hanya satu: ongkos kirim dimasukkan ke dalam nominal tagihan, bukan ditagih kurir di depan pintu. Satu kilogram biji kopi Rp 260.000 ditambah ongkir Rp 25.000 menjadi satu tagihan Rp 285.000 dengan biaya Rp 2.245, dan satu baris itu sudah memuat seluruh pesanan saat pembukuan. Dapur yang mengantar sendiri pesanan makanan setiap hari, termasuk kurir yang menagih di depan pintu dari ponselnya, dibahas di artikel pembayaran pesan antar makanan sendiri.

Untuk pelanggan kantor yang mengambil kopi setiap hari, satu tagihan rekap per bulan lebih rapi daripada dua puluh tagihan kecil, karena setiap tagihan membawa Rp 250 tetapnya sendiri. Kalau pengiriman biji kopi bulanannya berisi paket yang sama setiap bulan, menu Langganan bisa menerbitkan tagihannya otomatis; tagihan langganan dibayar dengan QRIS dan butuh akun yang sudah diverifikasi.

Coffee cart untuk acara: uang muka, pelunasan, dan Virtual Account

Booth kopi untuk pernikahan, seminar, atau acara kantor dibayar dalam nominal jutaan. Sejak 26 Oktober 2026 pembayaran di atas Rp 1.000.000 kena 1% dari seluruh nominal lewat QRIS maupun Virtual Account, jadi pelunasan Rp 3.500.000 berbiaya Rp 35.000 dengan metode mana pun. Virtual Account tetap layak ditawarkan, karena pembeli dari bagian keuangan perusahaan biasanya lebih nyaman membayar lewat transfer bank daripada memindai QR.

Susunan yang umum adalah uang muka saat tanggal dikunci dan pelunasan beberapa hari sebelum acara, masing-masing sebagai tagihan sendiri. Aturan pembatalan ditulis sebelum uang muka dibayar, karena pengembaliannya dikerjakan manual. Pertimbangan bentuknya ada di perbandingan uang muka dan pembayaran penuh di muka. Batas default per pembayaran Rp 10.000.000, jadi paket yang lebih mahal dipecah, atau minta maksimum Virtual Account dinaikkan lewat [email protected].

Kafe yang juga menerima reservasi meja atau rombongan memakai pola uang muka yang mirip, dengan aturan hangus dan meja yang baru dikunci setelah Dibayar; susunannya ada di panduan DP reservasi rumah makan dan restoran.

Barista, tutup kas, dan hal yang perlu ditanyakan dulu

Barista yang membuat tagihan pesanan kantor diundang sebagai Staf. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak bisa mencairkan dana atau mengganti rekening pencairan. Pembagian lengkapnya ada di dokumentasi peran tim.

Saat tutup kas, saring transaksi dengan status Dibayar pada tanggal hari itu lalu unduh CSV-nya. Setiap baris memuat nominal kotor, biaya, dan bersihnya, jadi angka yang dicocokkan dengan catatan kasir adalah angka setelah biaya. Penjualan kasir lewat QRIS bank tetap dicocokkan dari mutasi rekening seperti biasa, sehingga satu hari punya dua sumber yang tidak saling tumpang tindih.

Dua hal sebelum mulai. Pertama, selesaikan verifikasi akun: sebelum disetujui, batasnya 10 permintaan pembayaran dengan total Rp 1.000.000 seumur akun, dan satu pesanan kantor besar bisa menghabiskan separuhnya. Kedua, kafe yang juga menjual minuman beralkohol wajib meminta persetujuan tertulis lebih dulu, sesuai daftar di kebijakan usaha yang dilarang dan dibatasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kedai kopi perlu payment gateway kalau sudah punya QRIS dari bank?

Untuk penjualan di kasir, tidak. Pembeli berdiri di depan barista, nominalnya disebutkan saat itu juga, dan sejak 1 Oktober 2026 MDR QRIS untuk transaksi sampai Rp 100.000 adalah 0 persen di semua kategori usaha. Payment gateway baru berguna untuk pesanan yang tidak terjadi di depan kasir: pesanan grup lewat WhatsApp, pre-order, penjualan biji kopi yang dikirim, dan acara. Di sana masalahnya bukan menerima uang, melainkan mengetahui pesanan mana yang sudah dibayar tanpa membaca mutasi satu per satu.

Pesanan kantor sudah dibayar, tetapi satu menu ternyata habis. Bisa dikembalikan sebagian lewat Kasera Pay?

Tidak. Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah Dibayar tidak bisa dikembalikan lewat Kasera Pay, baik seluruhnya maupun sebagian. Selisihnya ditransfer balik dari rekening kedai atau dijadikan potongan pada pesanan berikutnya, dan kesepakatannya dicatat di chat. Supaya jarang terjadi, pastikan stok sebelum tautan dikirim, bukan sesudah pembayaran masuk.

Pelanggan kantor ingin membayar di akhir bulan untuk semua pesanan. Bisa?

Bisa, dengan satu tagihan rekap per bulan. Catat pesanan harian di buku atau spreadsheet, lalu buat satu permintaan pembayaran sebesar totalnya di awal bulan berikutnya. Untuk rekap antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000, tawarkan Virtual Account karena biayanya tetap Rp 5.000; di atas Rp 1.000.000 kedua metode kena 1% dari seluruh nominal. Batas default per pembayaran Rp 10.000.000, jadi rekap yang lebih besar dipecah menjadi beberapa tagihan, atau minta maksimum Virtual Account dinaikkan lewat [email protected].

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store